Wujudkan KUKM Berdaya Saing Melalui Fasilitasi Pengembangan Jaringan Pemasaran Produk


Tanggal : 18 Mei 2024       Kategori : Berita

Surabaya – Sebagai wujud inovasi dan mengembangkan strategi agar para pelaku KUKM mampu lebih berdaya saing untuk meningkatkan proses pemasaran produknya agar tepat dan maksimal, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim) mengadakan Fasilitasi Pengembangan Jaringan Pemasaran Produk bagi KUKM yang dilaksanakan di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya pada (16-17 Mei 2024) yang diikuti oleh kurang lebih 50 peserta dari para pelaku KUKM dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Para pemateri yang hadir pada kegiatan ini antara lain Fernanda Reza Muhammad dari Akademi Mudah Ekspor, Muhammad Djaenuddin dari Kawan Usaha dan Imam Sutrisno dari Asosiasi Karya Usaha Kecil Madya Internusa.
Kepala Bidang Pemasaran Diskop UKM Jatim-Andrio Himawan Wahyu Aji dalam laporan panitianya menjelaskan bahwa di era global dan serba digital seperti saat ini Koperasi dan UKM membutuhkan dukungan dan strategi untuk berdaya saing dalam meningkatkan penjualan produk maupun layanan jasa. Dimana melalui proses pemasaran yang tepat dan maksimal, KUKM tidak hanya dapat memperoleh buyer dalam negeri namun dapat menembus pangsa pasar global. “Melalui kegiatan ini kami berharap  produk KUKM bisa tembus sampai pasar internasional dengan membangun brand yang kuat, promosi yang menarik konsumen, perancangan bussines plan yang matang dan pengembangan usaha dengan memanfaatkan IT  dan AI dengan baik”, kata Andrio.
Kepala Diskop UKM Jatim – Andromeda Qomariah yang hadir secara daring untuk membuka kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan fasilitasi ini adalah momen yang tepat untuk memperkuat strategi pemasaran usaha koperasi agar segera pulih dan makin berkembang dari kondisi pasca pandemi Covid-19. “Tanpa adanya sebuah proses pemasaran yang tepat maka sebuah usaha atau perusahaan tidak akan maksimal dalam membangun branding produk atau layanan bisnis yang di buat, pentingnya Networking dalam pemasaran Produk KUKM menjadi kunci penting untuk mengembangkan usaha kecil menengah agar semakin berkembang dan mampu menyasar pasar yang lebih luas”, imbuh Andromeda.
Founder Akademi Mudah Ekspor - Fernanda Reza Muhammad sebagai pemateri pertama membawakan materi dengan tema “Promosi dan Strategi Pemasaran Ekspor”, Reza menyampaikan bahwa untuk menembus pasar dunia dengan digital marketing, semua produk Indonesia mempunyai potensi ekspor bergantung dengan segmentasinya. Positioning UKM Indonesia ada 3, yaitu Pemula, Siap Ekspor, dan Eksportir. Ada juga Produk Mamin Indonesia yang tembus pasar Kanada seperti 6,5ton produk permen dan kopi instan serta 20 ton produk wafer roll dan keripik pisang asal Indonesia telah berhasil mendarat di Kanada dengan nilai transaksi hampir mencapai USD 100 Juta.
Profesional Business Consultant – Muchammad Djaenuddin sebagai pemateri kedua membawakan tema mengenai "Strategi Menyusun Bisnis Road Map yang Efektif dengan AI”. Djaenuddin menyampaikan bahwa persiapan Praktikum harus tertata, dengan cara mengenali keunggulan produk/jasa, membuat buyer persona, menyusun roadmap bisnis, melengkapi roadmap bisnis, menetapkan winning produk, melakukan analisa bisnis, melengkapi barang-barang anda sebagai landasan untuk melakukan action plan, tempel brosur/product knowledge ditempat yang mudah terlihat oleh masyarakat umum.
Kepala Bidang Pemasaran Diskop UKM Jatim- Andrio Himawan Wahyu Aji, Sebagai pemateri selanjutnya membawakan tema berjudul “Membangun Brand Image dalam Peningkatan Daya Saing KUKM”, Andrio menyampaikan mengenai bagaimana strategi penguatan jaringan, serta juga bagaimana program pemberdayaan dan pengembangan KUKM oleh Diskop UKM Jatim. Ada satu kalimat sederhana namun penting untuk diresapi maknanya oleh para pelaku KUKM yang disampaikan Andrio yaitu “KUKM Kreatif, KUKM Berdaya Saing!”, pesan Andrio. (Tim Pbl, 16/05/2024)